Pdt Yoman: Biarkan Rakyat Papua Berjuang Dengan Cara Mereka


Pdt Yoman: Biarkan Rakyat Papua Berjuang Dengan Cara Mereka

Pendeta Socratez Sofyan Yoman - Jubi/Doc
Pendeta Socratez Sofyan Yoman – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – “Biarkan mereka berjuang dengan cara mereka,” kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pendeta Socratez Sofyan Yoman tentang perjuangan bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri (self determination)

Hal itu diungkapkan, ketika menjadi pembicara dalam Papua Lawyers Club (PLC) dengan topic Pertarungan Indonesia dan ULMWP, Rabu malam (10/8/2016) lalu yang disiarkan langsung oleh salah satu TV swasta di Aston Hotel.

“Itu bukan mereka berjuang di hutan-hutan, bukan di pinggir jalan, berjuang dalam forum-forum resmi. Biarkan mereka berjuang. Mereka tidak membunuh orang, menculik, menangkap orang seperti pemerintah lakukan terhadap rakyat Papua, menculik, menangkap, membunuh dengan stigma separatism,” tegas Pendeta Socratez Sofyan Yoman.

Menurut dia, sebagai pimpinan gereja di tanah Papua sangat prihatin atas umatnya telah menderita cukup lama di atas kekayaannya sendiri. “Saya pemimpin gereja yang bicara. Saya bukan politisi, saya bukan bagian dari pemerintah,” tegasnya .

“Cukup lama umat Tuhan ini menderita, jangan alasan ini dan alasan itu. Otonomi Khusus sudah gagal, itu sudah gagal. Pemerintah Amerika juga bilang gagal, itu berbau politik seketika orang Papua mau merdeka, jangan selalu bilang nilai uang. Orang Papua tidak bisa diukur dengan nilai uang,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, orang Papua punya uang dan Freeport punya uang. Sorong ada minyak, emas ada di seluruh pelosok Papua, kayu di sini ada banyak, mereka bisa bangun.

“Saya sampaikan selama ini pemerintah selalu bilang bicara dengan siapa. Jangan salah, sekarang sudah ada wadah ULMWP. Pemerintah segera bicara dengan ULMWP. Minta maaf saya ini gereja yang bicara, jadi saya beritahu itu umat Tuhan tidak boleh menderita,” kata Yoman.

Sementara itu, Ketua Umum KNPB Pusat, Victor Yeimo mengungkapkan, MSG lahir karena negara-negara Melanesia ingin mengembalikan Papua Barat ke dalam persaudaraan Ujung Tombak Melanesia.

”Tanpa Papua Barat, Melanesia tidak lengkap,” tegas Victor Yeimo.

Lanjutnya, MSG sejak awal dibentuk untuk membawa misi anti kolonialisme, misi tersebut ternyata tidak dipahami oleh pemerintah Indonesia yang lebih mengutamakan diplomasi ekonomi.

Sebaliknya, kata dia, justru membendung ULMWP dengan membentuk Melanesia Indonesia (Melindo) berdasarkan jumlah penduduk 11 juta orang Melanesia di Indonesia. Padahal, kata dia mengutip pernyataan pemimpin MSG, bahwa tiga provinsi Melindo (NTT, Maluku dan Maluku Utara) termasuk dalam Polynesia. “Jadi Indonesia salah strategi,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s