Masyarakat Biak & Supiori Tolak Pangkalan Militer, Panglima TNI: “Biak Daerah Kosong”


Masyarakat Biak & Supiori Tolak Pangkalan Militer, Panglima TNI:

BIAK, PAPUA (MAnews) – Sekali lagi masyarakat Papua yang telah traumatis dengan militerisme, harus dihadapkan dengan militerisme berkepanjangan. Biak Numfor dan Supiori segera dihadiahi pangkalan militer.

Puluhan masyarakat Biak dan Supiori – Papua menggeruduk Kantor Gubernur Papua, Selasa siang (23/08/2016), perwakilan dari ratusan pemilik tanah ulayat itu tergabung dalam Forum Peduli Kawasan (Masyarakat) Biyak (FPKB), mereka menolak rencana pembangunan pangkalan militer di Indonesia timur karena sampai saat ini tidak dikoordinasikan dengan warga setempat.

Kami bangga bahwa Presiden memberikan perhatian khusus kepada Papua dengan pembangunan beragam infrastruktur, dan presiden paham benar bahwa korupsi di Papua sangat membabi buta sehingga Presiden mengerahkan seluruh pelaksana pembangunan langsung dari Jakarta karena tidak percaya kepada pemerintah Lokal, namun kami berharap ini bukan pula sebuah bentuk sogokan kepada rakyat Papua, karena nyatanya sampai hari ini diwilayah kami di Biak dan Supiori tengah dibangun Pangkalan Militer, yang sekali lagi membuat rakyat Papua harus berurusan dengan militerisme, yang telah meninggalkan luka serta trauma berat secara turun-temurun sejak Papua diintegrasikan dengan NKRI” ujar Jhon Mandibo – Ketua Forum Peduli Kawasan Biyak, di Jayapura, saat ditemui oleh Jurnalis MATA ANGIN NEWS MULTIMEDIA.

Dalam orasinya, Dewan adat Byak Wilayah Mamta (Mananwir Beba) Kamam – Yason Arwam menekankan bahwa sejatinya untuk menyelesaikan masalah Papua dan memupus habis gerakan dis-Integrasi di Papua, bukanlah lagi-lagi melibatkan unsur militer (Tentara Nasional Indonesia – TNI – RED) dalam segala masalah terkait pemerintahan sipil di Papua.

Kami butuh Pangkalan SDM (Pendidikan -RED), Pangkalan Kesehatan, Pangkalan Ekonomi Rakyat hingga Pangkalan Pembangunan, militer biarkan istirahat di barak-barak yang dibayar rakyat Papua dari eksploitasi SDA kami selama ini, kami tidak butuh keamanan bersenjata, kami butuh kesejahteraan yang membuat orang nyenyak tidur dan tak lagi melihat senjata siap tembak yang kami bayar dengan pengerukan hasil bumi milik kami itu” ujar Yason Arwam.

Sebagai informasi, bahwa kawasan Biyak saat ini memiliki jumlah populasi sebanyak 156.023 jiwa, sementara Kawasan Supiori memiliki jumlah penduduk sebanyak 13.178 jiwa, yang memiliki tingkat berbahaya untuk memungkinkan dibangunnya kawasan pangkalan militer.

Sementara itu, dalam pernyataan persnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa akan melakukan renovasi terhadap bangunan dan peningkatan kapasitas landasan maupun dermaga kapal yang telah ada.

Rencana membangun pangkalan-pangkalan baru tersebut untuk memperkuat kawasan Indonesia dalam menunjang dan mensukseskan Indonesia sebagai program Poros Maritim Dunia.

Nah di sini (Biak) kan kosong, di sini tidak ada pesawat tempur padahal landasan ada, jadi kita akan membuat pangkalan-pangkalan baru, tetapi memanfaatkan yang sudah ada,” ujar Jenderal Gatot seperti dilansir dalam siaran pers Puspen TNI

Saya maunya cepat-cepatan saja, supaya angkatan perang kita siap dengan segala kemungkinan. Serentak dilaksanakan, udara dan laut sama darat, sama pentingnya,” tegas Panglima TNI.(NBS/DLL)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s