Pertemuan Daerah Melanesia, Maluku Jadi Tuan Rumah


 1 Maluku, Melanesian, Nusantara, Sulawesi 12:51n,
Tabloid-WANI —
Pertemuan Daerah Melanesia, Maluku Jadi Tuan Rumah
Pemerintah Provinsi Maluku ditunjuk untuk menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan daerah-daerah Indonesia yang termasuk dalam rumpun Melanesia dan dipusatkan di Kota Ambon pada September 2016. “Kami siap menjadi tuan rumah pertemuan daerah Melanesia. Mudah-mudahan tidak ada halangan karena pertemuan ini besar manfaatnya untuk memperkuat dan memperkokoh kerjasama daerah-daerah di Tanah Air yang termasuk dalam rumpun Melanesia,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff, di Ambon, Selasa (16/8). Lihat: (Mengatasi Kepanikan Indonesia Terhadap Pergerakan ULMWP, Pemerintah Diminta Bentuk Organisasi Tandingan MSG) Pertemuan di Ambon, direncanakan dihadiri duta besar (Dubes) dari sejumlah negara di kawasan Pasifik Selatan, sekaligus menjadi langkah awal koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah lima provinsi di kawasan Timur yang termasuk dalam rumpun Melanesia. “Kehadiran para Dubes dari negara-negara kawasan Pasifik Selatan dalam pertemuan ini akan menjadi kekuatan bagi lima provinsi di kawasan Timur yakni Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat,” katanya. Pertemuan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mempelajari tentang kokohnya persatuan antara negara-negara melanesia di kawasan Pasifik Selatan. Baca juga: (Indonesia Harus Paham Pengertian “Melanesia dan Asia”) Selain itu menyamakan berbagai kekuatan dimiliki masing-masing provinsi, terutama produk unggulan dan membuka kemungkinan untuk diekspor ke negara lainnya, sehingga provinsi Melanesia bisa menjadi jalur perdagangan di Indonesia. “Lima Provinsi Melanesia ini mempunyai kekuatan di bidang perdagangan internasional, karena memiliki produk unggulan di bidang perikanan yang berkualitas dan bernilai jual tinggi di pasaran dunia. Kita bisa mengekspor ikan mentah dari lima provinsi ini ke berbagai negara di dunia,” ujar Said. Selain itu, masalah kebudayaan menjadi salah satu prioritas untuk membangun kerja sama dengan negara-negara di kawasan Pasifik, di samping masalah sosial dan percepatan pembangunan. Ide pembentukan kawasan Melanesia di Indonesia dengan menggabungkan lima provinsi di kawasan Timur berawal dari keinginan Presiden Joko Widodo yang mengirimkan mantan Menko Polhukam, Tedjo Edy Purdijatno untuk bertemu dengan para Gubernur yang sedang mengikuti Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Kota Ambon pada 27 Februari 2015. Menko Polhukam Tedjo Edhy, menjelaskan keinginan besar Presiden agar lima provinsi ini terlibat langsung dalam kawasan Melanesia dengan membentuk sebuah forum khusus. Baca juga: (PM Vanuatu Berharap MSG Tetap pada Prinsip-Prinsip Dasarnya) Keinginan Presiden tersebut dinilai wajar mengingat pada masa orde baru lima daerah ini dikelompokan dalam wilayah pengembangan “E”, termasuk Timor Leste yang menjadi provinsi termuda di Indonesia dengan nama Timor Timur, sebelum akhirnya merdeka pada 1999. “Lima provinsi ini termasuk Timor-Timor (sebelum merdeka) diklasifikasikan dalam satu kawasan karena memiliki kesamaan dalam rumpun ras dan etnis Melanesia,” kata Said. Dia mencontohkan masyarakat Fiji, Selandia Baru memiliki beberapa bahasa yang sama persis dengan digunakan di Maluku atau provinsi lain. “Kalau pernah ke Fiji, Selandia Baru, pasti kaget karena bahasa mereka hampir sama dengan kita karena dahulu semua berada dalam satu rumpun. Misalnya sungai warga Fiji menyebutnya kali atau way dan penyebutannya sama dengan provinsi di Indonesia Timur,” ujarnya. Sejumlah kawasan yang tergabung dalam negara pasifik rumpun Melanesia/ Melanesian Sperhead Groups (MSG) telah menyatakan ketertarikan untuk membangun kerja sama saling menguntungkan dengan pemerintah di lima provinsi ini. (ant/tm)

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2016/08/maluku-tuan-rumah-pertemuan-daerah-melanesia.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s