RAKYAT PAPUA MELUMPUHKAN KOTA MANOKWARI, MENUTUT KEADILAN BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT PAPUA DI JOG JAKARTA.


RAKYAT PAPUA MELUMPUHKAN KOTA MANOKWARI, MENUTUT KEADILAN BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT PAPUA DI JOG JAKARTA.

Foto Dog. Masa Aksi di Manikwari

GPBNEWS,  Manokwari (18/07/2016) menanggap tindakan diskriminasi dan rasis pihak keamanan dan ormas di Jogyakarta pada tanggal 14 – 16 tersebut, demo damai melumpuhkan kota Manokwari untuk menuntut keadilan bagi Mahasiswa dan Masyarakat Papua di kota jogyakarta. Pada tanggal 14 saat melalukan pengepungan oleh ribuan aparat brimob dan kepolisian polda DIY bersama – sama Organisasi Kemasyarakatan ( Ormas)  jogyakarta mengepung asrama secara biadap dan tindak manusiawi. Sedangkan aktivis dan Mahasiswa Papua di Jogya menggelar mimbar bebas sejak tanggal 13 – 14 dan direncakan tanggal 15 melakukan aksi damai. Tujuan mimbar bebas ini adalah mendukung proses kegotaan penuh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk masuk dalam Melanesian Sperhead Group ( MSG ) yang berlangsung di Uniara, ibu kota Salomon Island pada 13 hingga 14 Juli 2016.

Dalam insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jogyakarta tersebut ribuan pasukan brimob dan kepolisian POLDA DIY dan Ormas buatannya telah mengepung asrama kamasan Papua di jogya dan membuat tindakan yang tidak menghormati hak asasi manusia dan membungkam ruang demokrasi. Apalagi Intimidasi, peniksaan fisik, penangkapan dan ungkapan rasis dengan sebutan orang Papua monyet, babi anjing dan lain sebagainya. Sedang Pemerintah RI telah meratifikasi dan mengesahkan  Deklarasi PBB tentang penghapusan segalah bentuk diskriminasi berdasarkan Undang – undang Nomor 40 tahun 2008 dan disahkan sebagai undang – undang nasional.

Untuk menanggapi realitas ini, Mahasiswa Universitas Negeri Papua Manokwari bh Agama, ersama organisasi kemasyarakatan, Toko Aagama bersama rakyat turun jalan di kota Manokwari Papua Barat pada hari ini 18 Juli 2016. Masa demontrasi menuntut keadilan atas tindakan refresif oleh aparat negara dan ormas di jogya terhadap Mahasiswa dan Masyarakat Papua. Rakyat Papua di Manokwari meminta pertanggunjawaban hukum, HAM, dan Keadilan atas insiden tersebut kepada Pemerintah Indonesia agar proses hukum berjalan kepada POLDA DIY dan Ormas di Jogya. Pengepungan asrama dengan cara yang tidak terhormat atas harkat dan martabat kemanusiaan Mahasiswa Papua.

Aksi ini disampaikan secara langsung di gendung DPR provinsi Papua barat pada hari ini. Diharapkan aspirasi yang disampaikan oleh rakyat Papua nanti diteruskna oleh DPR provinsi Papua kepada DPR Provinsi DIY, Kapolda DIY, Ormas dan reaksioner . Agar tidak ada lagi diskriminasi, Rasis dan bentuk lain yang dianggapnya harkat manusia disamakan dengan hewan.

demikian pantauan singkat dari blog ini, semoga aksi ini tidak hanya di manokwari, tetapi di kota – kota lain juga perluh aksi solidaritas dan dukungan penuntasan pelanggaran HAM dan ketidakadilan serta diskriminasi rasial yang secara nyata terjadi di Jogya. Tidak hanya itu, menyebut manusia Papua dengan sebutan nama – nama hewan menganggapnya nilai manusia Papua sama nilai hewan. Ini hal yang sangat merendahkan martabat manusia.

Admint. Otis Tabuni

Diposkan oleh Otis Tabuni di 22.13.00

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s