Jokowi : Di Papua Sudah Tidak Ada Masalah, Dialog Untuk Apa


Presiden Indonesia, Joko Widodo - Victor Mambor
Presiden Indonesia, Joko Widodo – Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Dialog Jakarta – Papua yang selama ini diupayakan oleh Jaringan Damai Papua, sepertinya akan menemukan jalan buntu. Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memiliki pandangan berbeda tentang dialog yang ditunggu oleh rakyat Papua.

Dalam wawancara dengan Jubi usai memberikan grasi kepada lima tahanan politik Papua di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura, Sabtu (9/5/2015), Presiden Jokowi saat ditanya tentang dialog yang diinginkan rakyat Papua, berpandangan masalah di Papua sudah tidak ada lagi.

“Di Papua sudah tidak ada masalah. Dialog untuk apa? Saya sudah sering ke sini. Sudah berbicara dengan ketua adat, dengan pimpinan agama, bupati, wali kota, semua sudah berbicara. Itu artinya apa? Dialog kan?” kata Presiden Jokowi.

Ketika disebutkan bahwa dialog yang diinginkan oleh rakyat Papua melalui dialog Jakarta-Papua adalah dialog yang bersifat politik, Presiden Jokowi mengatakan bahwa politik di Papua adalah politik kesejahteraan.

“Ya politik kita di Papua, politik pembangunan, politik kesejahteraan,” ujar Presiden Jokowi.

Lantas bagaimana dengan penyelesaian masalah yang terjadi di masa lalu?

“Tutup. Kita harus membuka lembaran baru. Kita harus menatap ke depan,” ucap Presiden Jokowi.

Secara terpisah, Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan HAM, Ruben Magay mengatakan, selama ini yang diinginkan masyarakat Papua adalah terlaksananya dialog damai Jakarta – Papua untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di provinsi paling Timur Indonesia itu.
““Ketika Natalan di Papua pada Desember 2014 lalu, Jokowi berjanji akan melakukan dialog. Itu yang kini ditunggu masyarakat Papua, kapan pelaksanaannya,” tanya Magay. (Victor Mambor)

Free West Papua Campaign

Indonesian President Joko Widodo: “In West Papua there are no problems. What do we need dialogue for?”

So what about the settlement of the problem that occurred in the past? “Closed. We must open a new chapter “said President Jokowi.

When he was asked by local media about foreign journalists wanting to cover armed resistance in West Papua he said:
“Do not ask that question, that is enough,”

People all around the world are now seeing the president’s claims of releasing political prisoners and allowing journalist access as just lies to distract people all around the world from the genocide and colonisation that Indonesia is doing in West Papua.

When he was asked about the Paniai massacre in West Papua last year he said “I’ll answer it later after this (grant a pardon),”
When he had granted a pardon to 5 political prisoners he was asked the same question again and he said “I’ll give the answer later. I couldn’t answer it now. Because if I answer it now it could eclipse the granting of pardon issue.”

The truth is that there is a genocide and illegal occupation in West Papua where over 500,000 of our people have been killed and they are tortured and jailed for 15 years, just for raising our national flag. These problems will only stop in a Free West Papua will these problems stop.

http://tabloidjubi.com/…/jokowi-di-papua-sudah-tidak-ada-m…/

http://www.antaranews.com/…/jokowi-administration-opens-for…

Presiden Indonesia Joko Widodo: ” Di Papua Barat tidak ada masalah. Apa yang kita perlukan untuk dialog?”
Jadi apa tentang penyelesaian masalah yang terjadi di masa lalu? “ditutup. kita harus membuka bab baru” Kata Presiden Efek.
Ketika dia ditanya oleh media lokal tentang wartawan asing ingin menutup perlawanan bersenjata di papua barat berkata:
” jangan tanyakan pertanyaan itu, itu cukup,”
Semua orang di seluruh dunia sekarang melihat presiden klaim dari membebaskan tahanan politik dan mengizinkan wartawan akses sebagai hanya kebohongan untuk melalaikan orang seluruh dunia dari pembantaian dan colonisation bahwa Indonesia adalah melakukan di papua barat.
Ketika dia bertanya tentang pembantaian paniai di papua barat tahun lalu dia berkata ” aku akan menjawabnya nanti setelah ini (ya ampun),”
Ketika dia telah memberikan sebuah ampunan untuk 5 tahanan politik dia bertanya pertanyaan yang sama lagi dan dia berkata ” saya akan memberikan jawabannya nanti. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Karena jika aku menjawabnya sekarang itu bisa eclipse pemberian memaafkan masalah.”
Yang benar adalah bahwa ada pembantaian dan pendudukan ilegal di papua barat di mana lebih dari 500,000 orang telah tewas dan mereka disiksa dan dipenjara selama 15 tahun, hanya untuk menaikkan bendera nasional kita. Masalah ini hanya akan berhenti di papua barat bebas masalah ini akan berhenti.
http://tabloidjubi.com/…/jokowi-di-papua-sudah-tidak-ada-m…/
http://www.antaranews.com/…/jokowi-administration-opens-for…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s